Posted by: asiaaudiovisualexc09lucylaveni | February 9, 2010

Teknologi Internet VS Pendidikan Anak

Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih dan cepat kehidupan manusia mengalami banyak perubahan. Perubahan yang terjadi tentunya memberikan kemudahan bagi banyak aktifitas manusia diberbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Salah satu kontribusi besar yang diberikan dalam bidang pendidikan tampak nyata khususnya dalam hal proses dan metode belajar yang digunakan yakni dengan menggunakan teknologi internet.

Internet (International Network) yang  biasa juga disebut “The Net” adalah jaringan yang menghubungkan komputer melalui sarana telekomunikasi hingga dapat berkomunikasi dengan komputer lain di lokasi manapun. Internet merupakan sebuah jaringan publik, bersifat saling medukung dan memiliki fasilitas akses yang dapat diakses kapan saja oleh siapa saja. 1.

Dengan internet para siswa dapat dengan mudah mndapatkan informasi yang mereka butuhkan, cukup klik topik yang diperlukan maka dalam waktu singkat internet akan menampilkan berbagai topik tersebut. Bahkan anak-anak menjadi lebih cerdas karena saat mereka menggunakan internet mereka tidak hanya mendapatkan informasi yang mereka butuhkan tapi juga meningkatkan kemampuan mereka secara otodidak dalam menggunakan teknologi komputer plus internet. Pada sisi lain internet juga sanggup menerobos batasan ruang dan waktu. Beberapa institusi pendidikan terutama pendidikan tingkat atas (perguruan tinggi) memanfaatkan kemampuannya ini dengan menerapkan sistem belajar ”E-Learning”. Metode pembelajaran ini dilakukan secara jarak jauh sehingga memungkinkan siswa untuk dapat belajar dimanapun mereka berada tanpa perlu datang langsung ketempat belajar, cukup mengakses situs yang ditentukan dan mereka dapat segera melakukan proses belajar. Segala modul yang dibutuhkan dan berkaitan telah disediakan, bahkan siswa dapat melakukan komunikasi dengan pengajar yang bersangkutan secara langsung melalui fasilitas ”chatting” atau ”email”.

Bila ditelusuri satu-persatu tentunya masih banyak lagi keunggulan dari teknologi internet yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Tapi satu pertanyaan yang tidak dapat diabaikan adalah, ”Benarkah internet 100% berdampak positif bagi dunia pendidikan??”. Bagi saya pribadi saya merasa teknologi internet menimbulkan juga beberapa dampak negatif, antara lain:

  1. Menimbulkan kemalasan dan menumpulkan kreatifitas

Karena internet menyediakan banyak sekali informasi dari berbagai belahan bumi, seringkali kita merasa cukup atas informasi yang kita peroleh sehingga kita malas untuk mencari atau membandingkannya dengan referensi lain seperti buku, dsb. Akibatnya pikiran kita menjadi kurang kreatif dan berhenti untuk berpikir bagaimana untuk dapat menghasilkan suatu materi yang lebih baik, menarik dan kaya informasi.

  1. Berkembangnya budaya plagiat

Seringkali data/ informasi yang diperoleh dari internet tersebut langsung digunakan secara mentah, dan diakui sebagai karya ”si pengguna”. Padahal seharusnya data/ informasi tersebut digunakan sebagai sumber informasi. Tentunya hal ini sangat merugikan bagi si pembuat/ pemilik asli dari informasi tersebut (illegal copies).

  1. Ketergantungan Pada Internet

Karena kepraktisannya, pada akhirnya internet dijadikan satu-satunya sumber informasi terpercaya. Kenyataannya kita tidak mengetahui apakah informasi yang disediakan itu memang sudah ”valid” dan benar 100% atau sebaliknya. Ciri-ciri seorang anak yang sudah kecanduan Internet umumnya adalah akan marah bila Anda membatasi untuk menggunakan Internet. Dia juga cenderung enggan berkomunikasi dengan orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berteman dengan orang tertentu saja.

Selain dari itu, internet juga dapat berbahaya terutama bagi siswa yang sebenarnya  masih terlalu dini untuk menggunakannya. Bahaya yang ditimbulkan antara lain:

  1. Bahaya Pornografi Internet

Dalam seminggu ada lebih dari 4000 situs porno dibuat di internet! Benar-benar angka yang memprihatinkan. Ini tidak hanya melanda anak-anak, kerena banyak orang dewasa yang juga ketagihan pornografi di Internet karena dengan mudah dan tanpa malu, seseorang dapat mengakses dan melihat gambar-gambar porno bahkan melalui telepon genggam. Awalnya, mungkin seorang anak tidak berniat untuk melihat pornografi dan akan memanfaatkan Internet untuk tujuan yang baik. Tetapi, situs porno ini dapat muncul secara tiba-tiba saat seorang anak mencari bahan informasi untuk tugas sekolahnya atau untuk keperluan lainnya. Seorang anak yang masih lugu belum dapat menilai baik atau buruknya suatu hal, maka seorang anak usia 8-12 tahun sering menjadi sasaran.

  1. Bahaya Pemangsa Seksual

Internet juga sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui anak-anak. Ada sebanyak 750.000 pemangsa atau predator seksual setiap hari yang memanfaatkan ruang rumpi (chatting room) untuk berkenalan, kemudian mengajaknya untuk melakukan hubungan seks. Bila tidak berhati-hati, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat mencuri identitas pribadi yang dapat digunakan untuk melakukan kejahatan.

Pada akhirnya, bagaimanapun dan secanggih apapun teknologi internet bagi dunia pendidikan, semuanya tergantung dari para penggunanya yang dapat menentukan hasil dari pemanfaatannya, apakah akan menjadi sangat maksimal atau malah menurunkan kualitas. Yang terutama dan harus diingat adalah: dalam praktek dan realitanya, peran dan kehadiran seorang pengajar baik guru maupun orang tua takkan pernah dapat tergantikan dalam upaya mencapai pembelajaran yang efektif.

Referensi:

  1. Modul Teknologi Komunikasi (Hardiyanto)

Http.//kumpulan.info (Bahaya Internet)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: