Posted by: asiaaudiovisualexc09lucylaveni | February 9, 2010

Musik Untuk Anak

Musik merupakan salah satu sarana untuk merangsang perkembangan kognitif. Banyak penelitian dan literatur ilmiah yang mengungkapkan hal ini. Dalam beberapa tahun terakhir inipun, para peneliti di beberapa negara seperti Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa sepakat bahwa selain nutrisi yang seimbang, ternyata musik, terutama musik klasik, sangat baik diberikan kepada anak sejak usia dini.

¯ Musik dan Janin

Pada awal masa kehidupan, janin tidak mendengar musik secara langsung karena berada dalam kandungan ibu. Musik yang didengar ibunyalah yang merupakan salah satu stimulasi awal bagi janin. Dari beberapa penelitian ilmiah terungkap pada usia beberapa minggu, janin sudah mampu merasakan getaran suara. Musik yang didengar ibu mampu diterima sebagai getaran vibrasi. Pada kondisi ini, otak sudah mulai berfungsi walau masih dalam taraf sederhana. Jika musik yang didengar ibu bernuansa lembut, maka vibrasi suara yang dialami janin terkesan lembut dan otak akan menginterpretasikan kelembutan vibrasi tersebut.

Seorang peneliti, Rene Van deCarr, menemukan perbedaan yang cukup berarti antara perkembangan anak-anak yang pada saat janin diekpos terhadap musik dan literatur (dibacakan puisi dan kisah anak-anak) dibandingkan dengan yang tidak. Donald Shetler menemukan adanya dampak percepatan perkembangan bahasa dan ingatan pada anak-anak yang ketika masih janin sering mendengarkan musik.

Bagi ibu hamil, musik bisa membebaskan ibu dari stress akibat kehamilan. Stress yang tidak dikelola akan berdampak buruk bagi ibu yang bersangkutan, seperti menghambat sirkulasi rahim-plasenta-janin. Hambatan sirkulasi ini bisa menyebabkan Berkurangnya pasokan nutrisi dan oksigen pada janin yang dikandung ibu.

¯ Musik dan Balita

Sesungguhnya para ibu telah secara alami membuai anaknya dengan senandung yang cenderung memberi rasa aman dan nyaman bagi anak. Masa balita merupakan saat penting bagi anak untuk memperoleh keyakinan akan adanya lingkungan hidup yang aman. Pada saat anak mulai mampu mengangkat tubuh, merangkak, dan bergerak ritmis, senandung dan nyanyian ibu memberi rangsang positif. Anak berupaya memberi respon ke arah datangnya suara serta mencoba beradaptasi dengan ritme suara.

Mainan yang dapat berbunyi atau menghasilkan suara musik merupakan sarana stimulasi yang baik. Mainan-mainan ini menarik perhatian dan merangsang keingintahuan balita akan arah sumber bunyi, yang memungkinkan anak bergairah untuk aktif.

Sebaiknya rangsang musical diarahkan untuk mendukung koordinasi gerak tubuh. Pilihlah musik yang memiliki struktur dan irama sederhana tetapi relative konstan. Struktur sederhana musik dapat dibentuk dengan penyusunan lagu dalam batas lebih kurang 8 nada berurut (1 oktaf). Sedangkan irama musiknya sebaiknya pada rentang irama sedang, tidak terlalu cepat ataupun lambat.

¯ Usia Pra Sekolah

Masa ini merupakan persiapan anak belajar berinteraksi sosial dalam lingkungan kelompok sebayanya. Musik memberi rangsangan pertumbuhan fungsi-fungsi otak seperti ingatan, bahasa dan analisis. Dengan menikmati musik, gudang ingatan anak semakin lama semakin berkembang sehingga kemampuan ingat anak semakin besar. Anak dapat memperkaya kosa kata dari lagu. Semakin bertambah perbendaharaan kata, maka kemampuan menangkap informasi verbal dan mengkomunikasikannya jadi lebih baik. Selain itu, dengan mendengarkan lagu, anak belajar mengembangkan fungsi analisis.

¯ Usia Sekolah

Merupakan usia yang baik untuk belajar bermain musik. Suatu penelitian yang menelaah tingkat kepuasan anak dengan belajar musik mengemukakan bahwa ketika belajar musik, anak-anak lebih dipengaruhi kepuasan Aktivitas belajarnya daripada pada jenis musik yang dipelajarinya. Kepuasan anak dalam belajar musik ini mempengaruhi minat mereka terhadap musik. Mereka tidak hanya bersikap pasif mendengarkan, melainkan aktif berkreasi menciptakan musik-musik sederhana sesuai dengan kemampuan mereka. Belajar memainkan alat musik melibatkan aspek kognitif motorik. Belajar bermain musik juga merupakan salah satu cara untuk belajar berempati terhadap emosi seseorang.

Memasukkan anak ke kursus musik tidak selalu didasarkan pada keinginan membentuk anak menjadi musisi. Keikutsertaan dalam sebuah ensebel dapat membina kedisiplinan, kebersamaan, mendukung proses menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan toleran dalam menghadapi lingkungan.

Untuk mencapai keberhasilan memang diperlukan kerjasama antara anak, orang tua dan guru musik. Orang tua kadang kurang mewaspadai kondisi anak yang kelelahan dengan aktivitas lain atau tidak memiliki minat untuk belajar musik. Ini berakibat anak merasa kegiatan bermusik merupakan beban dan bukan kegiatan yang menyenangkan.

¯ Musik Klasik VS Non-klasik

Banyak orang berpendapat musik klasik memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan Kecerdasan, menumbuhkan kreativitas dan meningkatkan kemampuan keruangan seseorang. Pandangan-pandangan ini memicu industri musik untuk memproduksi musik klasik sebanyak-banyaknya. Apakah musik klasik benar memiliki manfaat demikian besar? Bagaimana dengan musik non-klasik?

Setiap musik memiliki potensi tertentu untuk mempengaruhi kondisi psikofisik seseorang, baik itu musik klasik atau musik barat maupun musik non-klasik atau musik timur. Secara umum, beberapa jenis musik klasik dianggap memiliki dampak yang relative universal oleh sebagian besar orang. Musik tersebut memiliki kesan relaks, santai, cenderung membuat detak nadi bersifat konstan, memberi dampak menenangkan, dan menurunkan stress. Penelitian terhadap musik klasik telah dilakukan cukup banyak sedangkan jumlah penelitian terhadap musik non-klasik masih sangat terbatas.

Musik klasik memang dapat dijadikan pedoman pengkayaan musik karena kekayaan elemen bunyi, harmoni serta komposisi yang dikandungnya. Tetapi musik non-klasik juga memiliki Kekuatan tersendiri bagi seseorang karena peran fungsi asosiatif dan latar belakang budaya. Penelitian akan besarnya manfaat musik klasik di negara barat memang banyak terbukti karena musik klasik juga dilatarbelakangi oleh budaya serta alam kehidupan barat. Mungkin saja di negara-negara timur justru musik-musik tradisional timur yang memiliki dampak lebih positif.

Habermeyer dalam bukunya Good Music Brighter Children mengemukakan bahwa musik, tanpa membatasi jenisnya, sangat penting untuk membantu anak dalam proses perkembangannya. Musik bukan satu-satunya media pendidikan yang bermanfaat bagi anak, tetapi musik memberikan support atau dukungan yang berarti atas proses perkembangan anak.

¯ Belajar Dengan Menggunakan Musik

Musik dapat membantu anak memaksimalkan hasil belajar, ada beberapa keuntungan penggunaaan musik dalam proses belajar yang dapat diambil, antara lain:

  1. membuat rileks dan Mengurangi stress, dimana stress sangat menghambat proses belajar
  2. mengurangi masalah disiplin
  3. merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir
  4. membantu kreativitas dengan membawa otak pada gelombang tertentu
  5. merangsang minat baca, ketrampilan motorik dan perbendaharaan kata
  6. sangat efektif untuk proses belajar yang melibatkan pikiran bawah sadar

Ada beberapa cara menggunakan musik untuk membantu proses belajar:

  1. Musik sebagai pembukaan. Musik yang tepat bila digunakan pada waktu yang sesuai akan sangat membantu mempengaruhi mood dan atmosfir belajar
  2. musik sebagai pembatas waktu. Musik dapat digunakan untuk menetapkan waktu belajar.
  3. musik untuk memperbaiki dan meningkatkan mood.
  4. musik untuk membangkitkan semangat dan energi (musik bertempo tinggi)
  5. musik untuk relaksasi (musik bertempo lambat)
  6. musik untuk membantu dan mengarahkan visualisasi
  7. musik untuk membantu diskusi. Peran musik disini adalah untuk menciptakan atmosfir yang mendukung diskusi.
  8. musik untuk memperkuat tema (sesuai dengan tema yang diambil).
  9. musik untuk konser aktif
  10. musik untuk konser pasif
  11. musik untuk menemani kegiatan fisik untuk membantu sinkronisasi otak.
  12. musik sebagai penutup. Kalau ada musik pembuka, maka harus ada musik untuk penutup. Musik dimainkan saat materi telah selesai dipelajari.

Hal yang terpenting dalam proses belajar adalah usahakan agar anak berada dalam kondisi senang, gembira, dan rileks sebelum anak belajar.

Referensi:

1. Majalah Toddler Vol 8/ 2007

2. Majalah BPK PENABUR News Bandung Edisi Februari 2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: