Posted by: asiaaudiovisualexc09lucylaveni | February 9, 2010

Mengenal dan Mengembangkan Kecerdasan Multidimensi (Multiple Intelligence)

Semua anak pandai. Seringkali orang tidak percaya kata-kata itu, apalagi bila melihat hasil prestasi akademik anak yang tertulis dalam rapor didominasi angka merah, hasil skor tes IQ menunjukan angka yang mengecewakan. Selama ini kita terbiasa menilai kepandaian atau Kecerdasan anak berdasarkan nilai-nilai akademis. Padahal sebenarnya bila anak pandai bicara atau jago main basket, atau luwes memainkan piano, atau pintar bergaul, atau terampil menghasilkan gambar yang bagus, anak layak disebut cerdas. Kalaupun anak belum memiliki kemampuan dibidang yang disebutkan diatas, bukan berarti anak tidak cerdas. Yakini bahwa jauh tersembunyi didalam diri anak terdapat Kecerdasan yang sedang menunggu untuk dibebaskan dan diwujudkan.

Bermula dari gagasan Howard Gardner tentang multiple Intellegence (Kecerdasan majemuk), gagasan ini mengantarkan cara baru memandang Kecerdasan sebagai sesuatu yang tidak pasti dan tidak statis. pada perkembangannya, para ahli dan peneliti psikologi merasa bahwa menilai Kecerdasan seharusnya lebih fleksibel dan lebih mempertimbangkan fenomena-fenomena lain secara tidak kaku seperti yang selama ini dilakukan. Kecerdasan dapat dipelajari, diajarkan dan ditingkatkan. Karena kemampuan Kecerdasan berdasarkan pada Susunan syaraf, maka hampir semua kemampuan mental dapat ditingkatkan sesuai usianya. Sejumlah latihan dapat dilakukan untuk memperkuat dan meningkatkan kecerdasan, hampir sama banyak seperti yang  kita lakukan untuk memperkuat dan meningkatkan “keahlian” kita, misalnya untuk memarkir mobil atau mengolah adonan. Secara umum, semakin sering kita berlatih semakin baik hasilnya. Setiap orang bisa belajar menjadi lebih cerdas dalam banyak hal dan lebih dari kemampuan yang diperkirakan. Kecerdasan adalah fenomena multidimensi yang tampil pada kapasitas multilevel dari otak, pikiran, dan sistem tubuh kita. Berdasarkan teori multiple intelligence ini, diungkapkan bahwa setiap orang memiliki sedikitnya delapan aspek kecerdasan, dengan tingkat yang berbeda-beda. Ada anak yang bisa mengaktualisasikannya, namun sayangnya ada pula yang tetap mengubur didalam dirinya tanpa pernah berkembang.

Untuk dapat mengasah semua potensi Kecerdasan yang dimiliki anak, marilah berkenalan lebih dekat dengan kedelapan Kecerdasan ini:

  1. Word Smart (Kecerdasan Linguistik)

Merupakan kepekaan terhadap bunyi dan bahasa. Dapt dikatakan pula sebagai kepandaian dalam mengolah kata-kata. Cara untuk mengembangkan Kecerdasan ini: sediakan waktu bercerita secara teratur dengan keluarga atau teman, melakukan permainan kata (TTS ata Scrabble),mengunjungi perpustakaan dan membaca buku secara teratur. Contoh mereka yang berhasil mengembangkan Kecerdasan ini: Penulis, Orator (Ir. Soekarno, Marthin Luther King, Shakespeare, Arswendo).

  1. Picture Smart (Kecerdasan Visual Spasial)

Merupakan kepekaan mempersepsi apa yang dilihat. Cara untuk mengembangkan kecerdasan ini: bermain puzzle, lego, rumah sesat, kubus rubik, mengumpulkan dan menyusun gambar-gambar dari majalah/ koran, ikut klub Menggambar dan fotografi, berimajinasi dengan gambar awan, mempelajari denah rumah dan kota. Contoh mereka yang berhasil mengembangkan kecerdasan ini: Seniman, Arsitek (Garin Nugroho, Frida Kahlo, Affandi).

  1. Music Smart (Kecerdasan Musikal)

Merupakan kemampuan menciptakan dan mengapresiasi irama, pola titik nada dan warna nada. Peka dan pandai dalam hal musik. Cara untuk mengembangkan kecerdasan ini: mendengarkan musik secara teratur, bermain tebak suara, bergabung dengan paduan suara/ klub vokal, belajar memainkan alat musik. Contoh mereka yang berhasil mengembangkankecerdasan ini: Komposer, Pemusik, Penyanyi (Richard Claydermen, Sherina)

  1. Body Smart (Kecerdasan Kinestetik – Jasmani)

Merupakan kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengelola objek. Pandai dalam keterampilan olah tubuh dan gerak. Cara untuk mengembangkan kecerdasan ini: berolahraga secara teratur, mengukur panjang ruangan dengan kaki, bermain tebak benda dengan mata tertutup dan hanya menggunakan perabaan, meniti balok kayu keseimbangan. Contoh mereka yang berhasil mengembangkan Kecerdasan ini:

  1. Logic Smart (Kecerdasan Logis Matematis)

Kepekaan dalam memahami pola-pola logis atau numeric. Pandai dalam sains dan Matematika. Cara untuk mengembangkan Kecerdasan ini: berlatih menghitung dalam kegiatan sehari-hari seperti menghitung jumlah mobil dan menentukan uang kembalian, mengerjakan teka-teki angka/ logika, mempelajari buku tentang Matematika yang menarik seperti dalam bentuk komik, bermain catur, go, dan lain-lain. Contoh mereka yang berhasil mengembangkan Kecerdasan ini: ilmuwa, ahli Matematika (Habibie, Blaise Pascal, Madame Curie)

  1. People Smart (Kecerdasan Antar Pribadi)

Kemampuan mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, kebutuhan, dan keinginan orang lain. Cara-cara untuk mengembangkan Kecerdasan ini: mengikuti kegiatan kelompok, ikut menjadi Anggota OSIS, mengunjungi panti asuhan/ panti jompo. Mengamati peristiwa sosial seperti kehidupan anak-anak jalanan. Contoh mereka yang berhasil mengembangkan Kecerdasan ini: konselor, pemimpin politik (Nelson Mandela, Margaret Thatcher).

  1. Self Smart (Kecerdasan Intra Pribadi)

Memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri, mengembangkan hobi yang unik, belajar menulis jurnal atau buku harian secara teratur. Contoh mereka yang berhasil mengembangkan Kecerdasan ini: psikoterapis (Sigmund Freud).

  1. Nature Smart (Kecerdasan Naturalis)

Kepekaan dan kepandaian dalam mengamati alam. Cara untuk mengembangkan Kecerdasan ini: mengamati unsur alam disekitar rumah, berkebun, memelihara binatang, menonton dan mendiskusikan acara tentang alam (seperti discovery channel, animal’s planet), masuk klub pecinta alam/ klub lingkungan, melakukan kegiatan di alam terbuka (seperti berkemah, cross country, meneropong binatang). Contoh mereka yang berhasil mengembangkan Kecerdasan ini: peneliti alam, ahli biologi (Charles Darwin, Jane Goodal).

Segala potensi Kecerdasan yang dimiliki akan tetap tinggal sebagai potensi yang terkubur bagaikan mutiara yang terpendam jauh didasar lautan, bila tidak ada upaya serta kerja keras untuk menggali dan mengasahnya terus-menerus. Berbekal pemahaman baru ini, kiranya kita dapat mengembangkan Kecerdasan ganda anak kita sejak dini untuk bekal hidupnya.

Referensi:

  1. BPK PENABUR News Bandung, edisi Mei 2004 hal 22

Majalah Toddler Vol. 2/ 2006


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: