Posted by: asiaaudiovisualexc09lucylaveni | February 9, 2010

Menangani Stress Pada Anak Sekolah

Semua orang tua ingin anaknya mendapat kesempatan belajar di sekolah terbaik. Hal ini mengandung konsekuensi beban belajar lebih berat. Pekerjaan rumah dan ulangan, kegiatan ekstra kurikuler menjadi tuntutan sehari-hari, mungkin ditambah les. Anak yang tidak mampu memenuhi tuntutan itu akan merasa terbebani, tertekan, stress. Perlu perhatian dan sikap bijak orang tua agar anak merasa nyaman mengikuti pola belajar disekolahnya. Sebab stress mengacaukan mental emosi yang mengganggu fisik, psikologis, maupun perilaku anak. Proses belajar terganggu sehingga prestasinya menurun.

Adapun gejala yang perlu diamati antara lain:

  1. Anak sering mengeluh sakit perut, kepala, muntah, tanpa sebab yang jelas, sesak nafas, nafsu makan berbeda dari biasanya, tidurnya gelisah (mimpi yang menakutkan).
  2. Anak tidak berminat, kurang semangat belajar (menunda waktu belajar, maunya bolos), perhatian mudah beralih, susah konsentrasi, mudah lupa apa yang sudah dipelajarinya (sering bengong), perasaannya gelisah, tidak dapat tekun belajar dalam tempo yang lama.
  3. Prestasi belajar menurun.

Cara mengatasinya:

  1. Ajak anak bicara agar ia mau mengutarakan kesulitan dan perasaannya untuk menemukan sumber permasalahan. Berikan dukungan agar ia mau mencari cara mengatasi. Arahkan strategi mengatasi perasaan tidak nyaman yang dirasakannya (doa, yel-yel yang menguatkannya). Berikan pujian sedikit apapun perubahannya agar anak lebih percaya diri. Pilih jenis les yang memang perlu dan sesuai minat dan bakat anak.
  2. Gugah minat belajar dengan memberi informasi berguna melalui tokoh yang dikaguminya. Teladan orang tua akan mempermudah anak belajar apa yang seharusnya dilakukan (minat baca).
  3. membentuk sikap berani dan pantang menyerah menghadapi tugas (tekun, teliti, sabar, disiplin). Mulai dengan membimbing dan melatih anak sejak melihat tugas atau soal sampai cara mengerjakannya. Jadwal belajar yang teratur dan latihan yang teratur menimbulkan perasaan tenang dan percaya diri menjalankan tugasnya.
  4. Minta bantuan guru agar lebih diperhatikan disekolah. Temukan cara belajar yang lebih efisien dan efektif (mencatat, menghafal). Jika perlu cari guru les, pilih jenis les yang memang perlu dan sesuai minat dan bakat anak. Sebaiknya pertimbangkan kemampuan anak saat memilih sekolah.
  5. beri kesempatan anak istirahat dan bermain di sela waktu belajar. Ia membutuhkan seperti halnya makan, minum, tidur. Melakukan aktivitas yang disukai akan menyenangkan disamping menyalurkan energi ketegangannnya, sehingga perasaannya tenang dan siap belajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: