Posted by: asiaaudiovisualexc09lucylaveni | February 9, 2010

Mempersiapkan Kematangan Sosial dan Emosional Anak Memasuki Masa Sekolah

Kecemasan orang tua biasanya muncul ketika mendapati anaknya belum bisa ditinggal sebagaimana anak-anak lainnya. Orang tua perlu terus berada dalam jangkauan pandangan anak. Atau anak enggan kesekolah. Selalu terjadi perdebatan setiap pagi sebelum berangkat kesekolah, menangis dan lain sebagainya.

Kesiapan mental baik orang tua maupun anak sangat diperlukan pada saat anak mulai masuk kelompok bermain, karena memasuki masa sekolah adalah masa di mana saatnya anak mulai belajar untuk mandiri.

Kemandirian, kebahagiaan dan rasa aman pada anak tergantung pada cinta dan harga diri. Anak yang mempunyai harga diri tidak perlu menarik perhatian orang tua secara terus-menerus dengan perilaku yang buruk.

Cara orang tua bertindak sebagai orang tua akan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. Selain mengajarkan hal-hal sederhana pada anak tentang apa yang harus mereka lakukan. Orang tua perlu juga mengajarkan Mengapa mereka harus berperilaku seperti itu, dan bahwa mereka juga harus mempertimbangkan orang lain, tidak hanya dirinya sendiri.

Untuk dapat membentuk kematangan sosial dan emosional yang baik memang diperlukan waktu dan latihan untuk belajar. Berikut ini beberapa kualitas yang dapat dikembangkan anak untuk mencapai keberhasilan disekolah:

  • Percaya diri

Anak harus belajar untuk merasa nyaman dengan dirinya dan percaya bahwa mereka dapat melakukannya. Anak yang mempunyai rasa percaya diri akan lebih mau berusaha dalam menghadapi tugas-tugas yang baru dan mencobanya lagi kalau mereka tidak berhasil pertama kalinya.

  • Kemandirian

Anak-anak perlu belajar untuk melakukan beberapa tugas tanpa perlu dibantu.

  • Motivasi

Anak harus punya keinginan untuk belajar

  • Rasa ingin tahu

Anak mempunyai ketertarikan dan rasa ingin tahu. Hal ini harus dipertahankan agar mendapatkan hasil belajar yang optimal.

  • Persisten (Keajegan)

Anak harus belajar menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.

  • Kerjasama

Anak harus dapat bergaul dengan anak-anak lain dan belajar berbagi serta menunggu giliran.

  • Mengontrol diri:

Anak harus mengerti bahwa perilaku tertentu, seperti memukul, mengigit adalah tidak pada tempatnya. Mereka perlu belajar adanya cara-cara yang baik dan buruk untuk mengekspresikan kemarahan.

  • Empati

Anak harus belajar untuk mempunyai ketertarikan pada anak yang lain dan memahami bagaimana perasaan anak lain.

Baik orang tua maupun sekolah perlu membantu anak mengembangkan keterampilan ini. Beberapa cara yang dapat membantu menguasai Keterampilan tersebut antara lain:

  1. Beri contoh yang baik

Anak meniru apa yang dilakukan orang lain dan mendengar apa yang dikatakan orang lain. Kalau orang tuanya memperlakukan orang lain dengan hormat, kemungkinan mereka juga melakukan hal tersebut.

  1. Berperilaku positif

Anak-anak berada di dunia ini dengan kebutuhan untuk menjelajah dan menemukan. Sebagai orang tua perlu mendorong rasa ingin tahunya. Antusias terhadap apa yang dilakukan anak akan membantu anak untuk merasa bangga akan prestasinya. Anak akan menunjukan ketertarikan terhadap sekolah apabila orang tua juga menunjukan ketertarikan yang sama.

  1. Berilah kesempatan untuk mengulang

Perlu berlatih untuk belajar menyebutkan kata-kata baru, atau minum dari gelas. Ulang segala Aktivitas tersebut sampai mereka benar-benar menguasai akan membantu anak-anak Membangun percaya diri dalam mencoba hal-hal baru.

  1. Gunakan disiplin yang sesuai

Semua anak memerlukan pembatasan. Anak dari orang tua yang bersikap cukup tegas dan disiplin namun penuh kasih saying, biasanya akan lebih terampil dalam sosialisasi dan lebih baik disekolah dibanding anak-anak dengan orang tua yang sangat membatasi atau justru kurang membatasi aktivitas.

  1. Biarkan anak mengerjakan sendiri.

Anak-anak yang lebih kecil perlu diawasi, meskipun mereka perlu belajar mandiri dan mengembangkan rasa percaya dirinya dengan mengerjakan tugas-tugas seperti berpakaian sendiri dan menata mainannya. Penting juga untuk membiarkan anak mempunyai pilihan, daripada orang tua yang selalu memutuskan untuknya. Sebisa mungkin berikan anak kesempatan untuk memilih.

  1. Dorong anak untuk bermain yang orang lain.

Anak usia pra-sekolah memerlukan kesempatan sosial ini untuk belajar pandangan dari orang lain. Anak-anak yang masih kecil lebih mudah beradaptasi dengan guru dan teman-teman sekelasnya apabila mereka telah mempunyai pengalaman bergaul dengan orang dewasa anak lain.

Dengan menjalankan hal-hal ini, kiranya anak-anak akan tumbuh dengan kematangan sosial dan emosional yang lebih baik.

Referensi:

1. Majalah Toddler Vol 5/ 2006


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: