Posted by: asiaaudiovisualexc09lucylaveni | February 9, 2010

Dampak Media terhadap Anak

Berbicara mengenai dampak media terhadap anak bisa jadi semudah mengumpulkan dampak media pada individu dalam sejumlah besar orang. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Mungkin topik ini seketika menimbulkan kekuatiran besar dalam benak kita terutama para orang tua ketika kita memikirkan dampak media bagi anak. Bila dipandang dari segi ilmu komunikasi, dampak isi pesan media terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu

1.  Dampak Kognitif

Dampak ini terjadi ketika seseorang mendapatkan pengetahuan baru dari informasi yang diperoleh dari isi pesan media.

2.   Dampak Afektif

Pengaruh isi pesan media terhadap pembentukan dan perubahan sikap.

  1. Dampak Konatif

Dampak pesan media massa yang berupa pola-pola tindakan, kegiatan atau perilaku yang dapat diamati1.

Dampak-dampak tersebut umum terjadi ketika seseorang menerima terpaan media. Secara khusus bagi anak, bila ditelusuri lebih dalam lagi dampak media kenyataaannya terjadi lebih agresif. Dipandang secara kognitif dampak yang terjadi bukan hanya perolehan pengetahuan baru bersifat edukatif, tapi juga banyak informasi lain yang belum seharusnya mereka terima, seperti pola pikir yang bersifat konsumptif, materialistis, dsb. Secara afektif pola perilaku yang terbentuk seringkali berlebihan sehingga menyebabkab berkembangnya anak-anak yang tampak menjadi ”dewasa” akibat ”terkarbit” tayangan TV. Kenyataannya mereka ingin mendapat pengakuan atau penghargaan dengan melakukan hal tersebut. Secara konatif, dampak ini nampaknya paling banyak dan cepat terjadi. Anak-anak dengan rasa keingintahuan yang tinggi dan kecenderungan memiliki sifat imitated (peniruan) yang tinggi akan lebih mudah terpengaruh untuk mengikuti setiap perilaku yang ada didepan mereka tanpa mempertimbangkan secara matang apakah itu benar atau salah, baik atau buruk. Salah satu dampak media yang pernah menggemparkan adalah program TV ”Smack Down” yang ditayangkan salah satu stasiun swasta nasional. Ketika itu terdapat beberapa siswa sekolah dasar yang melakukan tindakan kekerasan terhadap temannya bahkan menyebabkan kematian akibat mereka mengikuti aksi yang ditunjukkan dalam program tersebut. Bukan dengan demikian kita langsung ”mengkambinghitamkan” media sebagai penyebab dari kenakalan dan karakter buruk anak lainnya, namun realitanya hampir 70-80% program TV kurang memperhatinkan fungsi utama mereka sebagai sarana edukatif sehingga program yang ditayangkan justru memiliki content yang lebih cenderung meningkatkan berkembangnya nilai moral yang tidak seharusnya. Lepas dari faktor-faktor diatas, ada faktor lain juga yang mempengaruhi dampak media terhadap anak, antara lain:

  1. Frekuensi dan intensitas eksposure (terpaan) media

Yakni seberapa sering dan banyak mereka menyaksikan atau menerima informasi dari media

  1. Lokasi tempat tinggal

Mereka yang bertempat tinggal diperkotaan akan cenderung lebih mudah terpengaruh oleh terpaan media.

  1. Latar belakang sosial, budaya dan ekonomi

Faktor ini paling berpengaruh karena bagaimanapun komunitas (dalam hal ini tradisi dan keluarga) dimana anak berada akan lebih mempengaruhi pembentukan sikap dan pola pikir anak.

Dibandingkan dengan kehidupan anak pada masa tahun 80-90’an, kehidupan anak saat ini lebih mengalami penurunan kualitas. Teknologi media memang sangat membantu dalam proses penyebaran informasi yang mendukung kegiatan belajar anak, sayangnya keberadaannya terlalu bebas sehingga tidak dapat dibendung lagi. Akibatnya anak-anak lebih banyak ”terkontaminasi” ketimbang ”ter’up-grade”. Lebih menyedihkan lagi kebanyakan anak-anak dimasa modern seperti saat ini pada akhirnya lebih menyukai pola ”belajar” yang mereka terima melalui media (TV, Komputer,Internet, dsb) daripada dari sumber pendidikan yang sebenarnya (institusi sekolah, buku-buku pelajaran, dsb).

Meskipun demikian tidak dapat dipungkiri kehadiran media memang membuka wawasan baru bagi anak. Kalau dulu anak-anak cenderung bersifat pasif dan langsung menerima begitu saja informasi yang mereka terima, kini anak-anak bersifat lebih kritis dan bahkan proaktif dimana mereka akan membandingkan informasi yang mereka terima dengan informasi yang mereka peroleh dari sumber lain, dalam hal ini media sebelum mereka yakin dan setuju dengan informasi tersebut. Dengan demikian anak-anak diberikan tantangan dan kreatifitas yang lebih besar sehingga mendorong mereka untuk mengembangkan diri secara lebih maksimal baik secara akademis maupun mental.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: